Surat untuk Mantan Calon Mertua: Terima Kasih Sudah Tidak Merestui Hubungan Ini

Surat cinta untuk Mantan Calon Mertua! Apa kabar ibu dan bapak Mantan Calon Mertua saya? Semoga masih diberi kesehatan untuk mengetahui hidup saya kedepannya. Aamiin.
Banyak hal yang ingin saya sampaikan. Namun saya tidak akan muluk-muluk mengenai hal itu. Terima kasih sudah tidak merestui hubungan saya dengan anak ibu. Terima kasih untuk banyaknya cacian yang saya dengar baik langsung maupun tidak langsung.

Terima kasih sudah menolak saya. Artinya dengan begitu saya tau dangkalnya pikiran ibu dan bapak mengenai fisik saya.

Bahkan dunia ini terlalu luas untuk memikirkan hal-hal yang akan merusak pikiran saya dengan prasangka-prasangka buruk. Begitu luas dan indahnya dunia ini hingga saya ingin memikirkan hal lain yang membuat bahagia.

Terima kasih sudah merendahkan saya. Kini saya berhasil mengubah hidup saya bahwa kehidupan bukan sekedar melihat bungkus saja.

Saya bahagia dengan orang-orang bersedia menerima saya apa adanya. Banyak yang mencintai saya bahwa cantik dari dalam lebih dari segalanya. Dengan begitu lunas sudah segala sedih saya untuk tidak mengutuki diri saya bahwa tidak selamanya tidak cantik yang terlihat itu hal terburuk di dunia.

Terima kasih sudah membuat saya tegar. Bahwa untuk menjadi cantik dari luar pertama harus menjadi cantik dari dalam. Dan kuncinya adalah berhasil menerima diri sendiri.

Terima kasih atas pengertiannya. Bahwa ibu dan bapak hanya ingin anak ibu didampingi seseorang yang terlihat cantik dari luar saja, yang menurut saya cantik dari luar bukan jaminan kebahagiaan.

Terima kasih sudah memberikan saya kesempatan untuk mendapat kebahagiaan yang baru lagi, yang saya yakin lebih indah dari yang dulu.

Kini saya lebih bahagia dengan kehidupan baru saya. Saya lebih bisa menatap masa depan saya. Perjalanan saya masih panjang, saya tidak ingin memusingkan segala hal yang berhubungan dengan hubungan saya dengan anak ibu dan bapak.

Terima kasih sudah membuka lebar mata hati saya. Bahwa kegagalan demi kegagalan bukan untuk di rutuki.

Kegagalan yang saya alami bukan untuk menghentikan langkah saya. Namun, untuk di ambil hikmah dan pelajarannya. Kita belajar dari hal-hal yang pahit sebelum kita mengetahui bahwa ada rasa manis setelah kita mencobanya.

Terima kasih sudah memantapkan hati saya. Setidaknya saya tidak goyah untuk meninggalkan putra ibu dan bapak.

Mungkin Tuhan telah menyediakan yang terbaik bagi saya. Yang lebih bisa mengerti saya dan lebih menerima saya. Yang pasti dia bukan sekedar pangeran hati saya. Terima kasih sudah membantu saya memutuskan sebuah keputusan. Bahwa jodoh saya bukan anak ibu dan bapak sesuai dengan doa saya selama ini. Terima kasih dengan begitu saya merasa ini adalah sebuah pelepasan saya yang saya yakin lebih dari segala kepenatan berhubungan dengan anak Anda.
Saya meyakini bahwa ibu dan bapak memang menginginkan yang terbaik bagi anak ibu dan bapak. Semoga dengan ini ibu dan bapak bukan lagi calon mantan mertua namun sudah saya anggap sebagai mantan calon mertua saya. Dengan ini semoga tidak ada lagi rahasia diantara kita. Semoga tidak ada lagi hal yang mengganjal di hati dan pikiran saya. Dan terima kasih sudah menunjukkan saya bahwa pilihan saya belum tentu benar bagi saya.
Oh... sempat terlupa. Datang ke acara pernikahan saya kelak ya Bu, Pak. Saya ingin ibu dan bapak menyaksikan kebahagiaan saya, selain itu saya juga ingin menyapa dan melihat seperti apa menantu pilihan ibu dan bapak.
Semoga surat cinta untuk mantan calon mertua saya ini di dengar dan di baca oleh telinga dan mata yang tepat.

0 Response to "Surat untuk Mantan Calon Mertua: Terima Kasih Sudah Tidak Merestui Hubungan Ini"

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.